Amoxicillin | runtah.com

Amoxicillin

Pembaca runtah.com Amoxicillin,Informasi obat kali ini akan menjelaskan jenis obat amoksisilina trihidrat, yang diantaranya menjelaskan dosis obat, komposisi atau kandungan obat, manfaat atau kegunaan dan khasiat atau dalam bahasa medis indikasi, aturan pakai Amoxicillin, cara minum/makan atau cara menggunakannya, juga akan menerangkan efek samping atau kerugian, pantangan atau kontra indikasi serta bahayanya, over dosis atau keracunan, dan farmakologi serta meknisme kerja dari obat Amoxicillin, dan inilah penjelasannya:

INDIKASI:

  • Amoksisilina efektif terhadap penyakit:
  • Infeksi saluran pernafasan kronik dan akut: pneumonia, faringitis (tidak untuk faringitis gonore), bronkitis, langritis.
  • Infeksi sluran cerna: disentri basiler.
  • Infeksi saluran kemih: gonore tidak terkomplikasi, uretritis, sistitis, pielonefritis.
  • Infeksi lain: septikemia, endokarditis.

KOMPOSISI:

  • Tiap sendok teh (5 ml) suspensi mengandung amoksisilina trihidrat setara dengan amoksisilina anhidrat 125 mg.
  • Tiap kapsul mengandung amoksisilina trihidrat setara dengan amoksisilina anhidrat 250 mg.
  • Tiap kaptab mengandung amoksisilina trihidrat setara dengan amoksisilina anhidrat 500 mg.

CARA KERJA OBAT:
Amoksisilina merupakan senyawa penisilina semi sintetik dengan aktivitas anti bakteri spektrum luas yang bersifat bakterisid. Aktivitasnya mirip dengan ampisilina, efektif terhadap sebagian bakteri gram-positif dan beberapa gram-negatif yang patogen.Bakteri patogen yang sensitif terhadap amoksisilina adalah Staphylococci, Streptococci, Enterococci, S. pneumoniae, N. gonorrhoeae, H. influenzae, E. coli dan P. mirabilis. Amoksisilina kurang efektif terhadap spesias Shigella dan bakteri penghasil beta-laktamase.

POSOLOGI:

  • Dosis amoksisilina disesuaikan dengan jenis dan beratnya infeksi.
  • Anak dengan berat badan kurang dari 20 kg: 20 – 40 mm/kg berat badan sehari, terbagi dalam 3 dosis.
  • Dewasa atau anak dengan berat badan lebih dari 20 kg: 250 – 500 mg sehari, sebelum makan.
  • Gonore yang tidak terkompilasi: amoksisilina 3 gram dengan probenesid 1 gram sebagai dosis tunggal.

EFEK SAMPING:
Pada pasien yang hipersensitif dapat terjadi reaksi alergi seperti urtikaria, ruam kulit, pruritus, angioedema dan gangguan saluran cerna seperti diare, mual, muntah, glositis dan stomatitis.

CARA PENYIMPANAN:
Simpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering.

PERINGATAN DAN PERHATIAN:

  • Pasien yang alergi terhadap sefalosporin mengakibatkan terjadinya “cross allergenicity” (alergi silang).
  • Penggunaan dosis tinggi atau jangka lama dapat menimbulkan superinfeksi (biasanya disebabkan: Enterobacter,
  • Pseudomonas, S. aureus, Candida), terutama pada saluran gastrointestinal.
  • Hati-hati pemberia pada wanita hamil dan menyusui dapat menyebabkan sensitivitas pada bayi.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap Penisilin, mononukleosis menular.

PERHATIAN

  • Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
  • Kerusakan ginjal.
  • Superinfeksi.
  • Hamil dan menyusui.

Interaksi obat :

  • Probenesid memperpanjang waktu paruh Amoksisilin dalam plasma.
  • Allopurinol meningkatkan timbulnya ruam kulit.

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).

DOSIS

  • Dewasa : 250-500 mg tiap 8 jam.
  • Anak-anak : 20 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi yang diberikan tiap 8 jam.
  • Dosis dapat digandakan.
  • Gonore : 2-3 gram sebagai dosis tunggal.

PENYAJIAN
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan